Welcome to My Room

Serba-Serbi Perikanan, Bisnis Online dan LUAT TAH.

Kamis, 27 September 2012

Ikan Nila Sultana, Varietas Nila Unggulan Terbaru

BBPBAT Sukabumi telah memperkenalkan varietas Nila unggul berjuluk Nila Sultana. Varietas Nila Sultana ini merupakan hasil penelitian selama hampir 5 tahun.
“Ikan yang diberi nama Sultana merupakan singkatan dari seleksi unggul Selabintana, karena seluruh penelitian dan menghasilkan ikan nila varietas baru ini dilakukan di Selabintana, Sukabumi,” kata Kepala BBPBAT Sukabumi Abduh Nurhidajat.

Rabu, 29 Agustus 2012

Budidaya Lele Dikolam Terpal

Kolam Terpal

Kolam terpal adalah kolam yang dasarnya maupun sisi-sisi dindingnya dibuat dari terpal. Kolam terpal dapat mengatasi resiko-resiko yang terjadi pada kolam gali maupun kolam semen.

Kolam terpal pertama kali dicoba dan diciptakan oleh Bapak Mujarob, seorang petani di pedesaan wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada tahun 1999.

Terpal yang dibutuhkan untuk membuat kolam ini adalah jenis terpal yang dibuat oleh pabrik dimana setiap sambungan terpal dipres sehingga tidak terjadi kebocoran.

Ukuran terpal yang di sediakan oleh pabrik bermacam ukuran sesuai dengan besar kolam yang kita inginkan.
Pembuatan kolam terpal dapat dilakukan di pekarangan ataupun di halaman rumah.

Senin, 20 Agustus 2012

BUDIDAYA IKAN GURAMI

I.         BUDIDAYA IKAN GURAMI
Budidaya ikan gurami dapat dibagi kedalam beberapa tahapan sebagai berikut :
1.        Tahap pembenihan yang mencakup tahap pemijahan, penetesan telur dan perawatan larva. Telur yang telah menetas dari induknya dipelihara hingga menjadi larva dengan berat 0,5 gram selama 1 bulan.
2.        Tahap pendederan yaitu tahap pemeliharaan benih gurami sejak 0,5 gram sampai menjadi berat 200-250 gram yang siap dibesarkan. Penderan dibagi kedalam 5 tahap sebagai berikut :
1.    Pendederan 1 (D1) : pemeliharaan benih 0,5 gram hingga mencapai berat 1 gram selama 1 bulan
2.    Pendederan 2 (D2) : pemeliharaan benih 1 gram hingga mencapai berat 5 gram selama 1 bulan
3.    Pendederan 3 (D3) : pemeliharaan benih 5 gram hingga mencapai berat 20-25 gram selama 2 bulan
4.    Pendederan 4 (D4) : pemeliharaan benih 20 -25 gram hingga mencapai berat 75-100 gram selama 2 bulan
5.    Pendederan 5 (D5) : pemeliharaan benih 75 -100 gram hingga mencapai berat 200 -250 gram selama 3 bulan.
3.    Tahap pembesaran yaitu pemeliharaan benih 250-250 gram hingga mencapai ukuran konsumsi dengan berat lebih dari 700 gram selama ± 6  bulan.

Minggu, 15 Mei 2011

PROPOSAL PEMBENIHAN IKAN MAS


BAB. I  PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Secara ekonomis usaha budidaya ikan sangat menguntungkan dan juga sangat mendukung bagi pemenuhan gizi masyarakat. Sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan manfaat ikan, maka tingkat kebutuhan akan daging ikan semakin meningkat (Anonim, 2006).
Ketersediaan sumberdaya perairan yang luas dan sumberdaya manusia yang melimpah merupakan modal dasar untuk meningkatkan dan mengembangkan pembangunan perikanan di Indonesia. Salah satu upaya pengembangan budidaya perikanan di Indonesia adalah mengembangkan usaha budidaya ikan air tawar khususnya ikan mas (Anonim, 2001).
Jenis ikan yang banyak dibudidayakan hampir diseluruh propinsi di indonesia adalah ikan mas (Cyprinus carpio). Ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan spesies yang mudah dibudidayakan dan dapat berkembang dengan baik. Daya adaptasi yang tinggi menyebabkan ikan mas dapat hidup dalam dataran rendah sampai dataran tinggi. Disamping itu preferensi masyarakat terhadap ikan mas cukup tinggi. Produksi ikan mas semakin meningkat sejalan dengan peningakatan permintaan untuk memenuhi konsumen dalam negeri (Anonim., 2002)
Disamping itu Ikan mas (Cyprinus carpio ) juga merupakan jenis ikan air tawar yang hidup di perairan yang mengalir tenang dengan suhu sejuk. Keunggulan ikan mas bagi para petani antara lain, mudah dipelihara karena pemakan apa saja dan dapat hidup di air yang tergenang. Selain itu, harga ikan mas tidak terlalu mahal, artinya dapat terjangkau oleh semua golongan. Oleh sebab itu, tidak mengherankan apabila ikan mas termasuk salah satu komoditas unggulan di sector perikanan air tawar (Khairuman, dkk, 2001).
Ikan mas (Cyprinus carpio) banyak dikonsumsi karena rasanya yang enak, gurih dan mempunyai kandungan gizi yang tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh dari Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI (1981), ikan mas mengandung protein 4,5 gram, karbohidrat 23,1 gram, dan lemak 0,2 gram. Selain itu mengandung kalori, fosfor (P) 134 mg, kalsium (Ca) 42 mg, besi (Fe) 1 mg, Vitamin B1 0,22 mg dan air sebanyak 71 mg. Tidak mengherankan bila minat masyarakat untuk mengosumsi ikan mas semakin meningkat seiring dengan peningkatan taraf hidup masyarakat (Hardjamulia, 1988).
Ikan mas juga merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang tergolong memiliki nilai ekonomis penting. Ikan konsumsi ini termasuk salah satu komoditas sektor perikanan air tawar yang terus berkembang pesat dari waktu ke waktu (Anonim., 2002)
Mulai tahun 1990-an, budidaya ikan mas telah mengarah kepada konsep agribisnis yang dibagi menjadi beberapa subsistem. Subsistem pada budidaya ikan mas tersebut terdiri dari subsistem pembenihan, subsistem pendederan, dan subsistem pembesaran. Setiap subsistem tersebut tidak dapat terpisahkan satu sama lain, bahkan saling terkait erat. Teknologi yang diterapkan pada sub usaha pembesaran sebagian besar sudah mengarah kepada pola intensifikasi walaupun masih perlu beberapa perbaikan. Sementara itu, pada sub usaha pembenihan dan pendederan, intensifikasi masih perlu ditingkatkan lagi, terutama untuk meningkatkan produksi guna memenuhi kebutuhan pada kegiatan pembesaran (Khairuman et al.,2005).
Berdasarkan uraian diatas maka perlu dikembangkan pengetahuan tentang teknik pembenihan ikan mas agar menghasilkan benih yang yang unggul dan berkualitas serta berkelanjutan.

1.2  Maksud dan Tujuan
            Maksud dari pelaksanaan praktek kerja lapang ini adalah untuk mendapatkan pengetahuan dan gambaran secara langsung mengenai teknik pembenihan ikan mas di Balai Benih Multi Species Fish (BBMSF) Trieng Gadeng Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh.
Tujuan dari praktek kerja lapang ini adalah untuk mendapatkan pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan kerja khususnya mengenai teknik pembenihan ikan mas dengan memadukan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan kenyataan di lapang.

Rabu, 11 Mei 2011

Teknik Pembenihan Nila Gift


BAB. I  PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Ikan nila merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang populer di kalangan masyarakat. Oleh karena kepopulerannya itu membuat ikan nila memiliki prospek usaha yang cukup menjanjikan. Apabila ditinjau dari segi pertumbuhan, ikan nila merupakan jenis ikan yang memiliki laju pertumbuhan yang cepat dan dapat mencapai bobot tubuh yang jauh lebih besar dengan tingkat produktivitas yang cukup tinggi (Anonim, 2009).
Faktor lain yang memegang peranan penting atas prospek ikan nila adalah rasa dagingnya yang khas, warna dagingnya yang putih bersih dan tidak berduri dengan kandungan gizi yang cukup tinggi, sehingga sering dijadikan sebagai sumber protein yang murah dan mudah didapat, serta memiliki harga jual yang terjangkau oleh masyarakat. Prospek pengembangan budidaya ikan nila juga diperkirakan memiliki peluang yang sama baiknya dengan pengembangan jenis ikan konsumsi lainnya (Rukmana, 2004).
Ikan nila produktif apabila dipelihara di berbagai lahan, bukan hanya dipelihara di kolam tetapi juga dipelihara di tambak-tambak air payau, di Karamba Jaring Apung (KJA) yang berada di perairan umum seperti waduk, danau dan laut, serta di lahan sawah baik sebagai penyelang, palawija maupun minapadi. Hal ini karena ikan nila memiliki batasan toleransi yang cukup tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan perairan. Ikan nila yang masih berukuran kecil pada umumnya lebih tahan terhadap perubahan lingkungan, dibandingkan dengan ikan nila yang berukuran besar (Khairuman dan Amri, 2003).

Teknik Pembenihan Ikan Mas


BAB. I  PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Secara ekonomis usaha budidaya ikan sangat menguntungkan dan juga sangat mendukung bagi pemenuhan gizi masyarakat. Sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan manfaat ikan, maka tingkat kebutuhan akan daging ikan semakin meningkat (Anonim, 2006).
Ketersediaan sumberdaya perairan yang luas dan sumberdaya manusia yang melimpah merupakan modal dasar untuk meningkatkan dan mengembangkan pembangunan perikanan di Indonesia. Salah satu upaya pengembangan budidaya perikanan di Indonesia adalah mengembangkan usaha budidaya ikan air tawar khususnya ikan mas (Anonim, 2001).
Jenis ikan yang banyak dibudidayakan hampir diseluruh propinsi di indonesia adalah ikan mas (Cyprinus carpio). Ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan spesies yang mudah dibudidayakan dan dapat berkembang dengan baik. Daya adaptasi yang tinggi menyebabkan ikan mas dapat hidup dalam dataran rendah sampai dataran tinggi. Disamping itu preferensi masyarakat terhadap ikan mas cukup tinggi. Produksi ikan mas semakin meningkat sejalan dengan peningakatan permintaan untuk memenuhi konsumen dalam negeri (Anonim., 2002)

Rabu, 23 Maret 2011

Proposal Praktek Kerja Lapang Kerapu Macan


I.     PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
            Perikanan merupakan salah satu usaha manusia untuk memanfaatkan sumberdaya hayati perairan (aquatic resources) yang meliputi benda-benda hidup baik itu berupa jenis ikan, udang-udang, kerang-kerangan, mutiara, rumput laut, dan organisme air lainnya yang berada di perairan umum maupun di perairan laut. Salah satu usaha manusia untuk memanfaatkan potensi sumber daya hayati perairan tersebut adalah melalui usaha budidaya perikanan (Anonim, 2009).
Ruang lingkup budidaya ikan (Fish Culture) adalah pengendalian pertumbuhan dan pengembangbiakan yang bertujuan untuk memperoleh hasil yang terbaik dari pada dibiarkan hidup secara alami (Sumantadinata, 1983). Selanjutnya Hardjamulya (1990) mengatakan bahwa kegiatan budidaya ikan dapat dilakukan di kolam, sawah, maupun perairan umum. Kegiatan budidaya perikanan merupakan usaha manusia untuk mengelola faktor-faktor  budidaya, hama dan penyakit organisme budidaya dan dapat memproduksi organisme yang dibudidayakan sebanyak-banyaknya (Haris,1982).Salah satu usaha pengembangan budidaya ikan adalah usaha ikan di dalam kolam.
Murtidjo (1994) menyatakan bahwa potensi budidaya ikan di indonesia antara lain seperti, tambak air payau, kolam air tawar (air deras dan air tenang), sawah dan keramba. Ternyata usaha ini memberikan peluang yang sangat besar. Beberapa jenis ikan laut ekonomis dan merupakan komoditas budidaya umumnya ada tiga golongan yaitu kerapu, kakap dan beronang. Ikan kerapu merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta memiliki peluang pasar dalam dan luar negeri yang sangat baik. Ikan kerapu ini sudah menjadi istimewa di hotel dan restoran terkemuka, baik di Indonesia, Hongkong, Jepang Maupun Singapura. Permintaan pasar internasional akan ikan kerapu cenderung meningkat, memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan hasil tangkapannya serta dapat menambah devisa negara. 
Dengan semakin banyaknya permintaan ikan kerapu untuk pasaran domestic dan internasional, maka benih yang selama ini berasal dari alam akan sulit dipenuhi sehingga perlu dialihkan ke usaha pembenihan. Diantara jenis ikan laut budidaya, ikan kerapu macan yang mempunyai nilai ekonomis penting dengan nilai ekspor cukup tinggi, bahkan pernah mencapai angka peningkatan ekspor sebesar 350 % yaitu 19 ton pada tahun 1987 dan 75 ton pada tahun 1988.
Budidaya ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) merupakan usaha bisnis yang sangat potensial. Dengan melakukan usaha budidaya kerapu macan, maka selain dapat menjamin kontinuitas pakan, target produksi pun dapat diatur dengan permintaan pasar tanpa tergantung pada kondisi alam. Keuntungan lain, kerapu macan hasil budidaya juga akan memiliki tingkat kesehatan dan kondisi hidup yang lebih tinggi.
Benih ikan merupakan salah satu sarana pokok yang harus tersedia dalam setiap usaha budidaya ikan. Oleh karena itu, didalam upaya mengembangkan budidaya ikan, pengadaan benih tidak boleh diabaikan serta harus mendapat perhatian dan penanganan yang khusus. Penyediaan benih ikan yang cukup merupakan salah satu faktor untuk menentukan hasil bidang budidaya. Balai Benih Ikan (BBI) merupakan saran pemerintah untuk menghasilkan benih ikan dan untuk membina usaha pembenihan ikan rakyat yang tersebar hampir diseluruh wilayah Indonesia.
Pemasokan benih ikan budidaya siap tebar masih mengandalkan dari usaha penangkapan ikan dialam. Dengan demikian, ada kemungkinan terjadi eksploitasi penangkapan ikan dialam secara berlebihan. Hal ini tentu saja akan merusak keseimbangan ekosistem dimasa mendatang, maka sudah sewajarnya kita kembangkan usaha budidaya agar tidak  terjadi kepunahan spesies tersebut. Dengan budidaya kita sudah menunjukkan perwujudan yang paling sederhana dan usaha peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.